Sepintas Kerajaan Kotawaringin

Kerajaan Kepangeranan Kotawaringin adalah sebuah kerajaan kepangeranan yang merupakan cabang keturunan Kesultanan Banjar dengan wilayah intinya sekarang yang menjadi Kabupaten Kotawaringin Barat di Kalimantan Tengah yang menurut catatan istana al-Nursari (terletak di Kotawaringin Lama) didirikan pada tahun 1615 atau tahun 1619. atau 1530, dan Belanda pertama kali melakukan kontrak dengan Kotawaringin pada 1637, tahun ini dianggap pertama kalinya Kotawaringin diperintah seorang Raja sesuai dengan Hikayat Banjar dan Kotawaringin (Hikayat Banjar versi I) yang bagian terakhirnya saja ditulis tahun 1663 dan di antara isinya tentang berdirinya Kerajaan Kotawaringin pada masa Sultan Mustain Billah. Pada mulanya Kotawaringin merupakan keadipatian yang dipimpin oleh Dipati Ngganding. Menurut perjanjian VOC-Belanda dengan Kesultanan Banjar, negeri Kotawaringin merupakan salah satu negara dependensi (negara bagian) di dalam "negara Banjar Raya".[Kotawaringin merupakan nama yang disebutkan dalam Hikayat Banjar dan Kakawin Negarakretagama, seringpula disebut Kuta-Ringin, karena dalam bahasa Jawa, ringin berarti beringin.
Sultan yang berkuasa di Kerajaan Kotawaringin
·        (1637-1650Pangeran Dipati Anta-Kasuma (menantu Dipati Ngganding) - mangkubumi Kiai Gede[24]
·        (1650-1700Pangeran Mas Adipati (anak) - mangkubumi Dipati Gading
·        (1700-1720Panembahan Kota Waringin (anak) - mangkubumi Dipati Gading
·        (1720-1750Pangeran Prabu/Panembahan Derut (anak) - mangkubumi Pangeran Dira
·        (1750-1770Pangeran Adipati Muda (anak) - mangkubumi Pangeran Cakra
·        (1770-1785Pangeran Panghulu (anak) - mangkubumi Pangeran Anom
·        (1785-1792Pangeran Ratu Bagawan (anak) - mangkubumi Pangeran Paku Negara
·        (1792-1817Pangeran Ratu Anom Kasuma Yudha (anak)
·        (1817-1855) Pangeran Imanudin/Pangeran Ratu Anom (anak)·   
     (1855-1865Pangeran Akhmad Hermansyah (anak)
·        (1865-1904Pangeran Ratu Anom Alamsyah I (anak)
·        (1905-1913Pangeran Ratu Sukma Negara (paman)
·        (1913-1939Pangeran Ratu Sukma Alamsyah (cucu)
·        (1939-1948Pangeran Kasuma Anom Alamsyah II (anak)





Komentar