Astana
Alnusari
Tidak Banyak yang tau sejarah keberadaan Astana
Alnusari yang ada di Kotawaringin khususnya generasi muda yang bermukim di
Kabupaten kotawaringin barat, dibangunnya Astana Alnuisari merupakan
menunjukkan adanya kewibawaan Pemerintahan kerajaan ketika itu. Astana Anusari
dibangun oleh Pangeran Paku Sukma negara yang merypakan Sultan Ke XII dari
Kerajaan Kotawaringin pada tahun 1857. Fungsi dari Astana Alnusari ini bukanlah
bukanlah sebagai Pusat Pemerintahan dan tempat tinggal Raja, meskipun raja ke
XII tinggal di Astana Alnusari ini yang karena memang pemilik dan yang
membangunnya, tetapi merupakan tempat tinggal kerabat dan keluarga dekat Paduka
Yang Mulya Raja ke XII Sultan Pangeran Paku Suka negara. Dalam perjalanannya
yang menempati Astana Alnusari ini Keturunan Dari Paku Sukma negara sebagai
Pewarisnya dari Putra laki-lakinya. Pangeran Paku Sukma Negara ini mempunyai
Putra tiga orang yaitu : Pangeran Bagawan Kesuma Alam ( bergelar Raja Muda
kotawaringin ), Pangeran Kelana Perbuwijaya ( Perdipati Kotyawaringin-Perdana
mentri Kerajaan ) dan Pangeran Penghulu. Pangeran bagawan Kesuma Alam ( Raja
Muda Kotawaringin ) mempunyai anak antara lain adalah Ratu Soerya Margasari
dan Pangeran Kelana Perbuwijaya ( Perdipati-Perdana mentri kerajaan Kotawaringin
) mempunyai anak yang bernama Pangeran
Soerya. Ratu Sorya margasari ini
Menikah dengan Pangeran
Soerya, artinya menikah dengan saudara sepupu, dari kekerabatan maka
keturunan inilah yang menjadi pewaris Kotawaringin. Hasil Perkawianan sama-sama
cucu Raja ke XII Pangeran Paku Sukma negara ini terlahirlah di astana Alnusari
ini antara lain keturunan yaitu Putri
Asifah Indra majelis, Gusti Doemai Anas, dan Gusti Mashuda Anas. Gusti Doemai
Anas mempunyai Putra Antara Lain Gusti Djendro Suseno, Gusti Alnasri, Raden
Roro Kasyantini, yang saat ini menempati Astana Alnusari adalah Gusti Samudra (
putra alarhum Gusti Suseno ) generasi ke-6 dari pangeran Paku Sukma Negara.
Yang masih dekat kekerabatan juga anak dari Almarhum
Gusti Mashuda antara lain : Gusti Zahril, SH, Gusti Sarimatora, Drs. H. Gusti
Imansyah, Msi ( Kepala Dinas Pariwisata sekarang )Gusti Hidayatullah, Gusti
Salehansyah, Utin margawati, Gusti rasydinsyah.
Drs. H. Gusti Imansyah, Msi ( Kepala Dinas Pariwisata)
yang merupakan Generasi ke-4 pada tahun
70 an pernah berdiam di Astana Alnusari ini bersama neneknya Ratu Surya cucu
dari Pangeran Ratu sukma negara Sultan ke XII kerajaan Kotawaringin.
Astana Alnusari dibangun dari kayu Ulin berbentuk
rumah Panggung yang bangunannya
berbentuk segi empat panjang. Astana alnusari terdiri dari tiga bangunan yang
dihubungkan dengan selasar yang menyatu dengan atap sendiri diantara pertemuan
atap bangunan dibuat talang air yang terbuat dari kayu ulin utuh yang dibelah
menjadi dua, pada bagian tengah dilobangi sebagai tempat aliran air hujan.
Ukurahntinggi lantai 190 Cm dari permukaan tanah. Pintu bangunan menggunakan
model dari daun pintu ganda dengan sistem sumbu kayu, jendela juga menggunakan
model daun ganda. Atap bangunan berbentuk pelana kuda yang dikombinasikan
dengan bentuk Perisai dan menggunakan sirap atap kayu ulin. Disamping kiri
Astana Alnusari yang diberi nama Pa’agongan berukuran 7 X 2,5 M yang berfungsi
sebagai tempat penyimpanan benda-benda Pusaka kerajaan seperti yang dikenal
dengan mariam baranak.
Inilah sedikit mengenal Astana Alnusari termasuk siapa
yang berhak untuk bertempat tinggal di Astana Alnusari ini ( Drs.H.Gusti Imansyah, Msi Generasi
ke-4 Pangeran Paku Sukma Negara Sultan
ke XII Kesultanan Kotawaringin )
Komentar
Posting Komentar